Tips Memasak Tenderloin Steak dengan Tingkat Kematangan Tepat. Tenderloin steak, atau sering disebut filet mignon, merupakan potongan daging paling lembut dan mahal di bagian sapi karena minim serat dan lemak, sehingga sangat disukai banyak orang. Namun, justru karena sifatnya yang rendah lemak, tenderloin sangat mudah menjadi kering atau keras jika tidak dimasak dengan tepat, terutama dalam menentukan tingkat kematangan. Banyak orang mengalami hasil yang mengecewakan meskipun menggunakan daging berkualitas tinggi, karena panas yang terlalu lama atau suhu yang salah membuat jus daging keluar dan tekstur menjadi alot. Di era sekarang ketika orang semakin sering memasak steak di rumah dengan wajan atau grill sederhana, pemahaman tentang tingkat kematangan dan teknik yang tepat menjadi kunci utama. Artikel ini akan membahas cara memasak tenderloin steak agar tetap empuk, juicy, dan matang sesuai selera dengan panduan tingkat kematangan yang akurat. BERITA OLAHRAGA
Memilih dan Mempersiapkan Daging Tenderloin: Tips Memasak Tenderloin Steak dengan Tingkat Kematangan Tepat
Pilih tenderloin dengan ketebalan minimal 4–5 cm agar panas tidak langsung masuk ke bagian dalam sebelum permukaan matang sempurna; potongan yang terlalu tipis hampir pasti kering di tengah meskipun permukaan sudah cokelat. Cari daging segar berwarna merah cerah dengan sedikit marbling halus di pinggir, karena lemak inilah yang akan meleleh dan menjaga kelembapan. Keluarkan daging dari kulkas 60–90 menit sebelum dimasak agar suhunya mendekati suhu ruang; perbedaan suhu ekstrem antara dingin dan panas wajan adalah penyebab utama steak jadi kering di luar tapi mentah di dalam. Keringkan permukaan daging dengan tisu dapur hingga benar-benar kering, lalu taburkan garam kasar secara merata di kedua sisi dan diamkan 40–60 menit. Garam akan menarik kelembapan keluar lalu diserap kembali bersama rasa, sehingga daging lebih juicy dan beraroma. Sebelum dimasak, olesi sedikit minyak netral dan tabur lada hitam kasar; jangan tambahkan bumbu lain yang mudah gosong seperti bawang putih bubuk atau rempah basah karena akan pahit dan mengganggu rasa daging asli.
Teknik Memasak dan Pengendalian Suhu Internal: Tips Memasak Tenderloin Steak dengan Tingkat Kematangan Tepat
Panaskan wajan besi cor atau panggangan hingga sangat panas (asap mengepul tipis) sebelum daging masuk; wajan yang benar-benar panas adalah kunci utama mendapatkan kerak Maillard yang kaya rasa tanpa membuat daging kehilangan jus. Letakkan steak dan biarkan tanpa diganggu selama 3–4 menit di satu sisi hingga terbentuk lapisan cokelat keemasan gelap; jangan dipindah-pindah karena akan merusak kerak dan membuat daging mengeluarkan jus terlalu dini. Balik sekali saja, lalu masak sisi kedua dengan waktu yang sama atau sedikit lebih pendek tergantung tingkat kematangan yang diinginkan. Gunakan termometer daging untuk akurasi: cabut dari api saat suhu internal mencapai 49–51 °C untuk rare, 52–54 °C untuk medium-rare, 55–57 °C untuk medium, dan 60 °C untuk medium-well (akan naik 4–5 °C saat istirahat). Di menit terakhir, tambahkan sedikit mentega dan beberapa tangkai rosemary atau thyme, lalu sendokkan cairan panas ke atas daging untuk aroma ekstra tanpa membakar bumbu. Hindari menambahkan bawang putih atau saus di wajan panas karena mudah gosong dan merusak rasa steak.
Istirahat dan Penyajian yang Tepat
Istirahat setelah dimasak adalah langkah paling krusial yang sering diabaikan namun sangat menentukan keempukan tenderloin. Setelah selesai dimasak, angkat daging dari wajan dan letakkan di talenan atau piring hangat, lalu tutup longgar dengan aluminium foil selama 8–12 menit tergantung ketebalan. Selama istirahat, jus yang sempat terdorong ke permukaan oleh panas akan kembali tersebar merata ke seluruh serat daging, sehingga saat dipotong tidak akan mengeluarkan banyak cairan dan steak tetap juicy. Potong melawan serat (perhatikan arah serat daging) dengan pisau tajam agar tekstur terasa lebih empuk; potong terlalu tipis atau searah serat akan membuatnya terasa lebih keras. Sajikan segera setelah diiris, bisa dengan garam laut tambahan jika kurang asin atau sedikit lada segar. Hindari memotong terlalu dini karena jus akan tumpah dan steak jadi kering meskipun sudah dimasak dengan benar.
Kesimpulan
Memasak tenderloin steak agar empuk dan tidak kering sangat mungkin dilakukan dengan memperhatikan pemilihan daging tebal, persiapan suhu ruang, panas wajan ekstrem untuk kerak sempurna, pengendalian suhu internal yang tepat, serta istirahat yang cukup. Langkah-langkah ini saling terkait: daging yang kering dan suhu ruang memastikan kerak bagus, panas tinggi menjaga jus terperangkap, dan istirahat membuat rasa merata ke seluruh potongan. Dengan latihan beberapa kali dan penggunaan termometer daging, Anda bisa mendapatkan hasil konsisten seperti di restoran tanpa peralatan mahal. Pada akhirnya, tenderloin yang baik bukan hanya soal teknik, tapi juga kesabaran dan perhatian terhadap detail kecil yang sering diabaikan. Cobalah langkah-langkah ini pada masakan berikutnya, dan Anda akan langsung merasakan perbedaan yang signifikan. Selamat mencoba!